Penyebab Akromegali dan Gejala serta Cara Mengatasinya

0 Comments

Pernah mendengar tentang penyakit akromegali? Apa itu akromegali? Dilansir dari
alodokter.com akromegali adalah penyakit yang muncu pada tubuh orang dewasa karena
kelebihan hormon pertumbuhan. Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan secara berlebihan
di bagian organ serta jaringan otot dan tulang, khususnya kaki, wajah dan tangan sehingga
ukuran tubuh menjadi lebih besar daripada orang pada normalnya. Hormon pertumbuhan atau
growth hormone yang meningkat biasanya disebabkan oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis
dan dapat pula disebabkan oleh tumor pada organ tubuh lainnya seperti pankreas. Akromegali
biasanya terjadi pada orang berusia 30-50 tahun. Namun, penyakit akromegali adalah
penyakit yang jarang terjadi. Kemudian apakah penyebab akromegali? Penyakit ini terjadi
karena tingginya produksi dari hormon pertumbuhan. Peningkatan hormon pada usia dewasa
dapat disebabkan oleh tumor. Terdapat dua jenis tumor yang dapat menjadi penyebab
akromegali sebagai berikut.

  1. Tumor pituitari
    Tumor pituitari adalah tumor yang terdapat pada kelenjar hipofisis atau pituitari yang
    tentunya dapat meningkatkan produksi hormon pertumbuhan pada tubuh. Kelenjarnya
    terletak di bagian bawah otak dan memiliki fungsi untuk memproduksi berbagai hormon
    penting dalam tubuh. Hormon pertumbuhan dapat memicu organ hati untuk memproduksi
    insulin-like growth factor I yang memiliki fungsi sebagai stimulan pertumbuhan tulang dan
    jaringan tubuh lainnya.
  2. Tumor Nonpituitari
    Tumor ini muncul pada bagian tubuh lain seperti pankreas, otak, dan paru-paru.
    Tumor ini juga dapat meningkatkan produksi hormon pertumbuhan dalam tubuh. Dalam
    kasus yang berbeda, tumor dapat memproduksi hormon yang melepaskan hormon
    pertumbuhan sehingga hormon pertumbuhan meningkat.
    Selain tumor, hormon pertumbuhan dapat meningkat akibat gangguan di hipootalamis
    sehingga tidak dapat mengendalikan sel yang memproduksi hormon pertumbuhan. Kamu

dapat melihat dan mengetahui tanda-tanda dan gejala dari akromegali dilansir dari
hellosehat.com, yaitu kondisi kepala, wajah, tangan, dan kaki lebih besar dari tubuh. Selain
penyakit ini juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, kasar dan berminyak, otot yang
lelah dan lemah, keringat berlebih dan timbulnya bau badan, suara menjadi parau atau serak,
dan impotensi pada laki-laki.
Penyakit akromegali merupakan penyakit yang harus ditangani dengan cepat. Kamu
yang mengidap penyakit ini harus segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan
penanganan yang tepat. Kamu harus menghubungi dokter apabila terjadi gejala seperti bagian
bibir, lidah, hidung yang mulai tumbuh membesar atau membengkak dari ukuran normalnya,
penglihatan yang ternganggu, sakit kepala dan nyeri saraf lainnya, serta tungkai bengkak dan
besar.
Dilansir dari hellosehat.com terdapat beberapa terapi untuk anggota gerak yang dapat
menjadi pilihan pengobatan bagi penderita akromegali yaitu seperti memberi diagnosis dini
dan terapi pada tumor penyebab akromegali, hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi
produksi hormon pertumbuhan yang berlebih. Pilihan lainnya adalah melakukan
pengangkatan tumor dengan melakukan pembedahan di kelenjar hipofisis. Selain
pembedahan, menghilangkan tumor dengan terapi radiasi dapat dilakukan. Kamu dapat
melakukan tes MRI dan tes supresi hormon pertumbuhan untuk melihat apakah terdapat
kadar hormon pertumbuhan yang berlebih. Kamu juga dapat merubah gaya hidupmu dan
rutin berkonsultasi dengan dokter. Kamu harus memiliki keinginan yang kuat untuk dapat
sembuh karena gejala ini tidak menghilang dengan cepat.
Itulah penyebab akromegali dan gejala serta cara mengatasinya. Jika kamu
mengalami gejala dari penyakit ini, segeralah hubungi dokter dan berkonsultasi untuk
penanganan tepat. Penyakit akromegali tidak mudah untuk dihilangkan dan butuh keinginan
untuk terus konsisten berkonsultasi dengan dokter.