6 Kesalahan Fatal Menulis Surat Lamaran Kerja yang Sering Dilakukan

Apakah kamu melihat lowongan kerja dari iklan di internet atau di koran yang cocok dengan latar pendidikan mu. Dan lantas apakah kamu ingin membuat surat lamaran untuk posisi itu serta mengirimnya pada perusahaan yang dituju?

Namun satu bulan berlalu, 2 bulan, 3 bahkan sampai 6 bulan berlalu tapi masih saja tidak ada panggilan dari perusahaan yang diincar tersebut.

Kesalahan Fatal Menulis Surat Lamaran

Anda pasti merasa sangat kecewa kan? Nah, daripada kecewa lebih dalam, yuk menganalisa surat kerjaan Anda kenapa bisa ditolak, berikut adalah penyebab yang umum terjadi.

1. Menggunakan tata bahasa yang salah
Anda memakai tata bahasa yang salah (baik bahasa Inggirs atau pun bahasa Indonesia) saat membuat surat lamaran kerja. Hal ini menunjukkan apda perusahaan jika keterampilan berbahasa Anda kurang baik.

2. Tidak mengenali kebutuhan perusahaan
Dalam menulis surat lamaran, Anda tak mengerti hal-hal apa saja serta orang seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan yang Anda lamar.

Padahal, jika Anda cermat, kebutuhan perusahaan tersebut tertera pada iklan lowongan kerja mereka.

3. Tidak menunjukkan kompetensi Anda
Anda mungkin saja orang yang berpengalaman dan terampil dalam posisi yang diiklankan. Namun sayangnya, anda tak menunjukkan hal tersebut dalam surat lamaran yang Anda buat.

Dengan kata lain, Anda tak dapat “menjual” mahal diri Anda sehingga perusahaan juga tidak tertarik.

4. Menggunakan bahasa yang informal
Anda memakai bahasa yang informal (seperti bahasa daerah atau bahasa gaul) dalam membuat surat lamaran kerja. Selain tak profesional, bahasa informal juga menunjukkan ketidaklayakan Anda.

5. Bertele-tele
Surat lamaran yang Anda tulis mencantumkan berbagai informasi tidak penting serta tidak relevan, dan panjangnya juga lebih dari satu halaman. Surat lamaran kerja bertele-tele seperti itu tentu tak akan mengesankan.

6. Tidak memeriksa surat lamaran yang telah dibuat
Anda tak memeriksa surat lamaran yang akan dikirim sehingga banyak kesalahan ketik, alamat yang salah, tata bahasa yang kurang baik, dan lain sebagainya. Jika Anda diposisikan sebagai staf perusahaan yang membaca surat lamaran kerja seperti itu, pastilah Anda akan membuangnya. Sumber: http://pekanbaru.tunakarya.com/.

Leave a Reply